Sistem Operasi Berbasis Widows
Microsoft Windows atau yang lebih dikenal dengan sebutan Windows adalah
keluarga sistem operasi. yang dikembangkan oleh Microsoft,
dengan menggunakan antarmuka
pengguna grafis.
Sistem operasi
Windows telah berevolusi dari MS-DOS,
sebuah sistem operasi yang berbasis modus teks dan command-line. Windows versi
pertama, Windows Graphic Environment 1.0 pertama kali diperkenalkan pada 10 November 1983, tetapi baru
keluar pasar pada bulan November tahun 1985, yang dibuat
untuk memenuhi kebutuhan komputer dengan tampilan bergambar. Windows 1.0
merupakan perangkat lunak 16-bit tambahan (bukan merupakan sistem operasi) yang
berjalan di atas MS-DOS (dan beberapa varian dari MS-DOS), sehingga ia tidak
akan dapat berjalan tanpa adanya sistem operasi DOS. Versi 2.x, versi 3.x juga
sama. Beberapa versi terakhir dari Windows (dimulai dari versi 4.0 dan Windows
NT 3.1) merupakan sistem operasi mandiri yang tidak lagi bergantung kepada
sistem operasi MS-DOS.
Microsoft Windows kemudian bisa berkembang dan dapat menguasai penggunaan
sistem operasi hingga mencapai 90%.
Sejarah Windows
Dimulai
dari DosShell for DOS 6 buatan Microsoft dan inginnya Microsoft bersaing
terhadap larisnya penjualan Apple Macintosh yang menggunakan GUI, Microsoft
menciptakan Windows 1.0 Nama ini berasal dari kelatahan karyawan Microsoft yang
menyebut nama aplikasi tersebut sebagai Program Windows (Jendela Program). Windows
versi 2 adalah versi Windows pertama yang bisa diinstal program. Satu-satunya
program yang bisa ditambahkan adalahMicrosoft Word versi 1. Windows versi 3 menjanjikan
aplikasi tambahan yang lebih banyak, kelengkapan penggunaan, kecantikan user
interface atau antarmuka dan mudahnya konfigurasi. Windows versi 3.1 adalah
versi Windows yang bisa mengoptimalisasi penggunaannya pada prosesor 32-bit Intel 80386 ke atas. Windows versi 3.11 adalah
versi Windows terakhir sebelum era Start Menu. Windows 3.11 pun adalah versi
Windows pertama yang mendukung networking/jaringan. Versi Hibrida dapat dijalankan
tanpa MS-DOS. Versi Hibrida tersebut menginstalasi dirinya sendiri dengan DOS
7. Tidak seperti Windows versi 16-bit yang merupakan shell yang harus
diinstalasi melalui DOS terlebih dahulu. Aplikasinya pun berbeda. Meskipun
Windows 9X dapat menjalankan aplikasi Windows 16-bit, namun Windows 9X memiliki
grade aplikasi sendiri - X86-32, Windows 9X sangat terkenal dengan BSOD (Blue
Screen of Death).
Versi – Versi Windows :
WINDOWS 1.0
Versi pertama
Microsoft Windows, yang disebut dengan
Windows 1.0, dirilis pada tanggal 20 November 1985.
Versi ini memiliki banyak kekurangan dalam beberapa fungsionalitas, sehingga
kurang populer di pasaran. Pada awalnya Windows versi 1.0 ini hendak dinamakan
dengan Interface Manager, akan tetapi Rowland
Hanson, kepala bagian
pemasaran di Microsoft
Corporation, meyakinkan para
petinggi Microsoft bahwa nama “Windows” akan lebih “memikat” konsumen.
Windows 1.0 bukanlah sebuah sistem operasi yang lengkap, tapi hanya memperluas
kemampuan MS-DOSdengan tambahan antarmuka grafis. Selain itu,
Windows 1.0 juga memiliki masalah dan kelemahan yang sama yang dimiliki oleh MS-DOS.
WINDOWS 2.X
Windows versi 2 pun muncul kemudian
pada tanggal 9 Desember 1987,
dan menjadi sedikit lebih populer dibandingkan dengan pendahulunya. Sebagian
besar populeritasnya didapat karena kedekatannya dengan aplikasi grafis buatan
Microsoft, Microsoft Excel
for Windows dan Microsoft Word for
Windows.
Aplikasi-aplikasi Windows dapat dijalankan dari MS-DOS, untuk kemudian memasuki
Windows untuk melakukan operasinya, dan akan keluar dengan sendirinya saat
aplikasi tersebut ditutup.
Microsoft Windows akhirnya memperoleh
peningkatan signifikan saat Aldus PageMaker muncul dalam versi untuk Windows,
yang sebelumnya hanya dapat berjalan di atas Macintosh. Beberapa ahli
sejarahwan komputer mencatat ini sebagai kemunculan sebuah aplikasi yang laku
secara signifikan selain buatan Microsoft sebagai awal kesuksesan Microsoft
Windows.
Windows versi 2.0x menggunakan model
memori modus real, yang hanya mampu mengakses memori hingga 1
megabita saja. Dalam konfigurasi seperti itu, Windows dapat menjalankan
aplikasi multitasking lainnya, semacam DESQview, yang
berjalan dalam modus
terproteksi yang
ditawarkan oleh Intel 80286.
WINDOWS 2.1X
Selanjutnya, dua versi yang baru
dirilis, yakni Windows/286 2.1 dan Windows/386 2.1. Seperti halnya versi
Windows sebelumnya, Windows/286 menggunakan model memori modus real, tapi merupakan versi yang pertama yang
mendukung High
Memory Area (HMA).
Windows/386 2.1 bahkan memiliki kernel yang berjalan dalam modus
terproteksidengan emulasi Expanded
Memory Specification (EMS)
standar Lotus-Intel-Microsoft (LIM), pendahulu spesifikasiExtended
Memory Specification (XMS) yang
kemudian pada akhirnya mengubah topologi komputasi di dalam IBM PC. Semua
aplikasi Windows dan berbasis DOS saat itu memang berjalan dalam modus real,
yang berjalan di atas kernel modus terproteksi dengan menggunakan modus Virtual 8086, yang merupakan fitur baru yang dimiliki
oleh Intel 80386.
WINDOWS 3.0
Windows 3.0 dapat berjalan di dalam
tiga modus, yakni modus real, modus standar, dan modus 386 Enhanced, dan
kompatibel dengan prosesor-prosesor keluarga Intel dari Intel 8086/8088, 80286, hingga 80386. Windows 3.0 akan mencoba untuk mendeteksi
modus mana yang akan digunakan, meski pengguna dapat memaksa agar Windows
bekerja dalam modus tertentu saja dengan menggunakan switch-switch tertentu
saat menjalankannya
·
win /r: memaksa Windows untuk berjalan di dalam
modus real
·
win /s: memaksa Windows untuk berjalan di dalam
modus standar
·
win /3: memaksa Windows
untuk berjalan di dalam modus 386 Enhanced.
Versi
3.0 juga merupakan versi pertama Windows yang berjalan di dalam modus
terproteksi, meskipun kernel 386 enhanced mode merupakan versi kernel yang
ditingkatkan dari kernel modus terproteksi di dalam Windows/386.
Karena
adanya fitur kompatibilitas
ke belakang, aplikasi Windows 3.0 harus dikompilasi dengan
menggunakan lingkungan 16-bit,
sehingga sama sekali tidak menggunakan kemampuan mikroprosesor Intel
80386, yang notabene adalah prosesor 32-bit.
OS/2
Microsoft
dan IBM bekerja sama dalam mengembangkan sebuah sistem operasi penerus DOS, yang disebut
sebagai IBM OS/2. OS/2 dapat menggunakan semua kemampuan yang ditawarkan
oleh mikroprosesor Intel 80286 dan
mampu mengakses memori hingga 16 Megabyte.
OS/2 1.0 dirilis pada tahun 1987, yang memiliki
fitur swapping dan multitasking,
selain tentunya mengizinkan aplikasi MS-DOS untuk
berjalan di atasnya.
Pada
awal-awal tahun 1990an, hubungan antara Microsoft dan IBM pun meregang akibat
munculnya sebuah konflik. Hal ini dikarenakan mereka saling bekerja sama dalam
mengembangkan sistem operasi komputer pribadi masing-masing (IBM dengan OS/2
dan Microsoft dengan Windows-nya), keduanya memiliki akses terhadap kode
masing-masing sistem operasi. Microsoft menghendaki pengembangan lebih lanjut
dari sistem operasi Windows buatannya, sementara IBM memiliki hasrat bahwa
semua pekerjaan masa depannya haruslah dibuat berdasarkan sistem operasi OS/2.
Dalam sebuah percobaan untuk mengakhiri konflik ini, IBM dan Microsoft akhirnya
setuju bahwa IBM akan mengembangkan IBM OS/2 versi 2.0, untuk menggantikan OS/2
versi 1.3 dan Windows 3.0, sementara Microsoft harus mengembangkan sebuah
sistem operasi baru, OS/2 versi 3.0, yang akan kemudian menggantikan OS/2 versi
2.0 . Persetujuan ini pun tidak berlangsung lama, sehingga hubungan IBM
dan Microsoft pun dihentikan. IBM akhirnya melanjutkan pengembangan OS/2,
sementara Microsoft mengganti nama sistem operasi OS/2 versi 3.0 (yang belum
dirilis) menjadi Windows NT.
WINDOWS 3.1
Windows 3.0 merupakan versi ketiga dari sistem operasi
berbasis graphical user
interface yang dibuat oleh Microsoft
Corporation yang dirilis pada tanggal 22 Mei 1990.
Windows 3.00
memiliki semua kelebihan dari Windows 2.xx,
seperti dukungan untuk kartu grafis VGA (bahkan untuk
kartuSVGA atau XGA), icon yang lebih kaya, dan GUI yang sedikit lebih manis
dibandingkan dengan Windows 2.xx.
Windows 3.xx dapat
menjalankan banyak MS-DOS Prompt dan aplikasinya secara multitasking,
karena lingkungan DOSVirtual Machine dalam Windows 3.xx
sedikit dirombak oleh Microsoft. Windows 3.xx dapat menggunakan memori di atas
640 KB (dalam DOS, range alamat memori dari 0 Byte hingga 640 kilobytes disebut
dengan conventional memory, di mana semua
aplikasi berjalan) sehingga para pengembang pun dapat mengembangkan aplikasi
yang lebih kuat karena memiliki memori yang jauh lebih tinggi dibandingkan 640
kilobytes batasan DOS.
Salah satu
penyebab populernya Windows 3.00 adalah karena Microsoft menyediakan SDK (Software
Development Kit) untuk Windows 3.00, sehingga para pengembang akan lebih
mudah dalam menulis dan mengembangkan aplikasinya untuk Windows. Setelah versi
3.0 diluncurkan, banyak pengembang memfokuskan untuk mendesain banyak aplikasi
untuk Windows, tetapi yang paling berkembang dengan pesat adalah driver
perangkat keras untuk Windows 3.00. Windows 3.00 menggunakan arsitektur Virtual Device Driver (VXD) yang dapat
meminimalisasi ketergantungan setiap driver untuk perangkat keras tertentu
dengan menambahkan sebuah lapisan (disebut virtual driver) antara hardware dan kernel sistem operasi.
Windows 3.00
memang cukup sukses di pasaran, tapi Windows 3.10 jauh lebih sukses
dibandingkan dengan Windows pendahulunya itu, bahkan disebut sebagai best-selling GUI dalam sejarah. Microsoft
meluncurkan Windows 3.10 pada tanggal 6 April 1992, dilengkapi dengan fitur
multimedia (MIDI, Wave, CD Audio), dan TrueType Font (TTF). Fitur
multimedia yang disertakan menggunakan MCI (Media Control Interface), tapi hanya mendukung tiga jenis media saja: MIDI
Sequencer, Wave Audio, dan CD Audio; sedangkan TrueType Font merupakan
pelengkap fitur WYSIWYG beberapa aplikasi, sehingga para pengguna dapat melihat
hasil cetakan serupa dengan apa yang mereka lihat di layar.
Windows 3.10 juga
mendukung penggunaan kombinasi tombol Ctrl + Alt + Del—yang pada DOS dapat
digunakan sebagai tombol sakti untuk melakukan restart komputer sebagai tombol
sakti untuk menampilkan daftar aplikasi, atau menutup sebuah aplikasi, baik
yang sedang berjalan atau yang sedang tidak merespons.
Windows 3.10 juga
telah mendukung fitur drag-and-drop, yang berarti
pengguna tidak perlu melakukan operasi copy objek dari sebuah tempat lalu
mem-paste-kannya ke tempat tujuannya, melainkan cukup dengan menyeret objek
tersebut ke lokasi baru. Selain untuk objek seperti ikon atau berkas, Windows
3.10 juga mendukung Objek OLE (Object
Linking and Embedding) untuk
di-drag-and-drop dari satu lokasi ke lokasi lainnya. OLE mengizinkan pengguna
untuk memasukkan elemen dari sebuah berkas ke dalam berkas lainnya (seperti
memasukkan worksheet Microsoft Excel dalam dokumenMicrosoft Word).
Selain Windows
3.10 untuk pengguna rumahan biasa, Microsoft juga meluncurkan versi lain dari
Windows 3.10, yaitu Windows 3.10 for Workgroups (disebut juga dengan Windows
3.10 WFW). Sesuai dengan namanya, Windows WFW mendukung penggunaan secara
native jaringan peer-to-peer antar komputer dengan Windows WFW
lainnya. Layanan yang diberikannya berupa berkas sharing dan printer sharing.
Selain itu juga, Microsoft menambahkan program mail client (Microsoft Mail) dan
workgroup scheduler (Microsoft Schedule+).
Setelah Windows
3.10 sukses di pasaran, Microsoft tidak langsung berhenti di tempat begitu saja
untuk menikmati hasilnya: mereka malahan merevisi Windows 3.10 menjadi 3.11 dan
diluncurkan pada tanggal 8 November 1993. Sebagaimana namanya sebuah revisi,
Windows 3.11 tidak menambahkan fungsi atau fitur baru ke dalam Windows,
melainkan hanya memperbaiki bug yang terdapat dalam Windows 3.10 tersebut.
Windows 3.11 merupakan versi "gratis" yang dapat di-download dari
website Microsoft bagi yang sebelumnya memiliki versi 3.10, karena merupakan
versi upgrade saja. Bagi pengguna lain yang belum memiliki versi 3.10, maka
Microsoft mewajibkannya untuk membeli software tersebut, atau langsung membeli
versi 3.11 dengan harga yang sama dengan versi sebelumnya. Karena harganya yang
sama, Microsoft menarik Windows 3.10 dari pasaran dan menggantinya dengan
Windows 3.11.
Setelah cukup lama
berada di pasaran, Windows WFW 3.10 pun di-upgrade oleh Microsoft dengan
Windows WFW 3.11 pada bulan Februari 1994. WFW ditujukan untuk mendukung
jaringan LAN yang kala itu sangat populer digunakan, meskipun protokol jaringan
default yang digunakan adalah NetBEUI,
yang belum mendukung routing antar protokol internet-work lainnya,
seperti TCP/IP atau IPX/SPX.
Microsoft menyadarinya, dan memungkinkan para pengguna untuk menambahkan
protokol-protokol yang digunakan dalam jaringan Local Area
Network seperti TCP/IP
atau IPX/SPX secara manual.
WFW 3.11 juga
dapat terkoneksi ke domain Windows NT,
atau workgroups biasa dan juga mendukung Remote Administration Services (RAS). Selain itu WFW juga mendukung jaringan yang
dikepalai oleh NOS (Network Operating System) Novell NetWare,
karena pada tahun 1993-1994, Novell merupakan perusahaan pembuat NOS yang
terpopuler dan digunakan pada hampir 75% pasar LAN—sisanya adalah UNIX dan
Windows NT yang baru keluar.
WINDOWS NT
Arsitek
utama dari Windows NT adalah Dave Cutler,
yang merupakan salah satu dari pemimpin arsitek sistem operasiVMS di
perusahaan Digital
Equipment Corporation (DEC), yang
kemudian dibeli oleh Compaq yang
sekarang bagian dariHewlett-Packard.
Dukungan device driver untuk
Windows NT juga kurang begitu banyak karena memang mengembangkan driver untuk
Windows NT dianggap rumit oleh beberapa pengembang, selain tentunya Windows NT
juga memiliki superioritas dalam model abstraksi
perangkat kerasnya. Yang membuat Windows NT pilihan yang
sempurna untuk pangsa pasar server jaringan lokal (LAN),
yang pada tahun 1993 sedang
mengalami booming besar-besaran, seiring dengan
komoditas jaringan di
dalam kantor telah meningkat secara drastis. Fitur-fitur jaringan dalam Windows
NT menawarkan beberapa pilihan konektivitas jaringan yang luas dan juga
tentunya sistem berkas NTFS yang
efisien.
Windows
NT merupakan sistem operasi Windows pertama yang dibuat dengan
menggunakan kernel hibrida,
setelah pada versi-versi sebelumnya hanya menggunakan kernel
monolithic saja.
WINDOWS 95
pada
tanggal 24 Agustus 1995. Microsoft
memiliki dua keuntungan dari peluncuran ini: 1) adalah mustahil bagi para
konsumen untuk menjalankan Windows 95 pada sistem operasi DOS bukan
buatan Microsoft yang
jauh lebih murah; 2) meskipun jejak-jejak DOS tidaklah pernah dicabut dari
sistem operasi tersebut, malahan versi tersebut menancapkan sebuah versi DOS
untuk dimuat sebagai bagian dari proses booting,
Windows 95 berjalan dengan sendirinya di dalam modus
386 Enhanced, dengan menggunakan memori virtual dan
model pengalamatan memori flat 32-bit. Fitur-fitur itu menjadikan aplikasi
Win32 untuk mengalamatkan RAM virtual sebanyak maksimal 2 gigabyte (dengan
2 gigabyte sisanya dicadangkan untuk sistem operasi). Dukungan
USB di dalam Windows 98 pun juga jauh lebih baik dibandingkan dengan
pendahulunya.
Sebelum
menggantinya dengan versi Windows yang baru, Microsoft merilis Windows 95 dalam
lima versi berbeda, yakni sebagai berikut:
·
Windows 95 –
rilis yang sebenarnya dari Windows 95
·
Windows 95 A –
mencakup pembaruan Windows 95 Original Service Release 1 (OSR1)
yang dimasukkan secara langsung terhadap instalasi.
·
Windows 95 B –
mencakup beberapa pembaruan mayor lainnya, seperti halnya sistem berkas FAT32,
dan Internet Explorer 3.0.
Versi ini juga dikenal dengan Windows 95 OSR2, atau banyak orang di Indonesia
menyebutnya sebagai Windows 97.
·
Windows 95 B USB –
atau Windows 95 OSR2.1 merupakan versi Windows 95 yang menawarkan dukungan
terhadapperangkat keras berbasis bus Universal Serial
Bus/USB.
·
Windows 95 C –
atau Windows 95 OSR2.5 mencakup semua fitur di atas, ditambah Internet Explorer 4.0.
Versi ini merupakan versi yang paling terakhir dirilis dari seri Windows 95.
·
WINDOWS NT 4.0
NT
4.0 memiliki antarmuka yang sama dengan Windows 95,
tetapi menggunakan kernel yang sama dengan Windows NT, sehingga lebih stabil.
Memang, ada sebuah patch tambahan
yang tersedia untuk Windows NT 3.51 yang mampu membuat NT 3.51 agar mirip
seperti NT 4.0, tapi sangat tidak stabil dan memiliki banyak bug.
Windows
NT 4.0 datang dalam empat versi:
·
Windows NT 4.0 Workstation
·
Windows NT 4.0 Server
·
Windows NT 4.0 Server, Enterprise
Edition (yang mencakup dukungan terhadap clustering dan SMP hingga 8-way)
·
Windows NT 4.0 Terminal Server
WINDOWS 98
Pada 25 Juni 1998, Microsoft
merilis sebuah sistem operasi Windows baru,
yang dikenal sebagai Windows 98. Windows 98 dianggap sebagai revisi minor
terhadap Windows 95, tapi secara umum dilihat jauh lebih stabil dan dapat
diandalkan dibandingkan dengan pendahulunya, Windows 95. Windows 98 mencakup
banyakdriver perangkat keras baru
dan dukungan sistem berkas FAT32
yang lebih baik yang mengizinkan partisi untuk
memiliki kapasitas lebih besar dari 2 gigabyte,
sebuah batasan yang terdapat di dalam Windows 95 Dan dukungan USB di dalam
Windows 98 pun juga jauh lebih baik dibandingkan dengan pendahulunya.
Pada
tahun 1999, Microsoft
merilis Windows 98 Second Edition, sebuah rilis yang menawarkan
banyak peningkatan dibandingkan versi sebelumnya. Internet
Connection Sharing, yang merupakan sebuah bentuk
dari Network
Address Translation, yang mengizinkan
beberapa mesin di
dalam sebuah jaringan
lokal agar dapat menggunakan satu buah jalur
koneksi Internet bersama-sama
pun diperkenalkan pada versi ini. Banyak masalah minor di dalam Windows yang
lama telah dikoreksi, yang menjadikan Windows 98 menurut banyak orang sebagai
sebuah versi Windows 9x yang paling stabil di antara semua versi Windows 9x
lainnya.
WINDOWS 2000
pada 17 Februari 2000, sebuah versi
yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Windows NT 5.0 atau “NT 5.0”. Versi
Windows 2000 ditujukan untuk dua pangsa pasar,
yakni pangsa pasar workstationdan
juga pangsa pasar server.
Di
antara fitur-fitur Windows 2000 yang paling signifikan adalah Active Directory,
sebuah model jaringan pengganti
model jaringan NT domain,
yang menggunakan teknologi yang
merupakan standar industri, seperti Domain Name System (DNS), Lightweight
Directory Access Protocol (LDAP),
dan Kerberos untuk
menghubungkan antara sebuah mesin ke mesin lainnnya.
Windows
2000 terbagi dalam beberapa versi, yaitu :
·
Windows 2000 Professional, yang ditujukan
untuk untuk menggantikan Windows NT Workstation 4.0
·
Windows 2000 Server, yang ditujukan untuk
menggantikan Windows NT Server 4.0Windows 2000 Advanced Server, yang ditujukan
untuk menggantikan Windows NT Enterprise Server
·
Windows 2000 Datacenter Server, yang
merupakan sebuah kasta baru dalam sistem operasi Windows 2000, yang ditujukan
sebagai pengelola pusat basis data yang sangat dibutuhkan dalam pasar korporat.
·
Windows 2000
Limited Edition, yang didesain secara khusus untuk mikroprosesor Intel Itanium yang menggunakan arsitektur IA-64 dari Intel Corporation.
WINDOWS ME
Pada
bulan September 2000, Microsoft memperkenalkan Windows
Millennium Edition . Versi ini memperbarui Windows 98 dengan
dukungan multimedia dan Internet yang
lebih baik. Versi ini juga memasukkan fitur “System
Restore,” yang mengizinkan para penggunanya untuk
mengembalikan keadaan sistem ke sebuah titik yang dikenal baik-baik saja, pada
saat sistem operasi mengalami
kegagalan. Fitur-fitur yang terdapat di dalam Windows Me (seperti Internet Explorer
5.5, Windows Media
Player 7.0, dan Microsoft DirectX
7.1) bahkan bisa diperoleh secara gratis
dari situs Windows
Update, kecuali System Restore. Hasilnya, Windows
Me pun tidak dianggap sebagai sebuah sistem operasi yang unik di antara
saudara-saudaranya dari keluarga Windows 9x, Windows 95 danWindows 98.
Windows Me juga dikritik karena
munculnya masalah kestabilan, dan juga dukungan terhadap MS-DOS yang berjalan
di dalam modus real. Orang-orang bahkan menyebut Windows Me sebagai Windows
Mistake Edition.
WINDOWS XP
Pada
tahun 2001, Microsoft memperkenalkan Windows XP (yang memiliki nama kode
“Whistler” selama pengembangan. Akhirnya, setelah merilis beberapa versi
Windows berbasis Windows 9x dan NT, Microsoft berhasil menyatukan kedua jajaran
produk tersebut. Windows XP menggunakan kernel Windows NT 5.1, sehingga
menjadikan kernel Windows NT yang terkenal dengan kestabilannya memasuki pasar
konsumen rumahan, untuk menggantikan produk Windows 9x yang berbasis 16/32-bit yang
sudah menua.
·
Windows XP Home Edition,
yang ditujukan untuk pasar desktop dan laptop rumahan.
·
Windows XP Home Edition N,
sama seperti Home Edition yang biasa, tapi tidak memiliki Windows Media
Player, karena memang peraturan Uni Eropa tidak
memperbolehkannya.
·
Windows XP Professional,
yang ditujukan bagi para power user dan pebisnis.
·
Windows XP Professional N,
sama seperti Professional Edition, tapi tidak memiliki Windows Media
Player, karena peraturan Uni Eropa tidak
mengizinkannya.
·
Windows XP Media Center Edition (MCE),
dirilis pada bulan November 2002, merupakan
Windows XP Home Edition yang ditujukan untuk dektop dan laptop dengan penekanan
pada hiburan rumahan.
-
Windows XP Media Center Edition 2003
-
Windows XP Media Center Edition 2004
WINDOWS
VISTA
Setelah
meraih kesukesan besar dengan Windows XP, Microsoft tidak lantas berhenti
begitu saja mengembangkan Windows. Versi terbaru dari Windows, disebut
dengan Windows Vista, dirilis pada tanggal 30 November 2006 bagi
kalangan bisnis sementara untuk kalangan pengguna rumahan dirilis pada tanggal
30 Januari 2007. Windows Vista memang dicanangkan agar memiliki keamanan yang
lebih tangguh dibandingkan dengan versi-versi sebelumnya, dengan memperkenalkan
sebuah modus pengguna yang terbatas, yang disebut sebagai User Account
Control (UAC), untuk menggantikan filosofi “administrator-by-default”
yang diberlakukan pada Windows XP. Windows Vista juga memperkenalkan fitur
grafik yang jauh lebih “memikat”, yang disebut dengan Windows Aero GUI,
aplikasi yang baru (seperti halnya Windows Calendar, Windows DVD Maker dan
beberapa game baru termasuk Chess Titans, Mahjong, dan Purble
Place . Selain itu, Windows Vista juga menawarkan versi Microsoft Internet
Explorer yang lebih aman, serta Windows Media Player versi